Senin, 03 Desember 2012

Opening for DSN 2012


Diponegoro School of Nation....
Berawal dari ketidakadilan, kami bergerak !
Bermodal keberanian, kami bersuara kebenaran !
Dengan sumbangsih intelektual yang pas-pasan, kami mencoba berkarya, walau kecil ...
Pemuda goyah, maka FUTURE LEADER membangunkan kami untuk “gelisah” dengan terkoyaknya degradasi moral para pemimpin.

Para “alay”ers muda yang hatinya rapuh, berhasil menyentil kami memperkokoh sebutan IRON STOCK, persediaan “besi” yang kini mulai karatan dimakan hujan.

Di tengah carut marut kondisi masyarakat yang makin ga jelas, kami tawarkan idiom AGENT OF CHANGE, sebuah letupan khas para pendobrak.

Melihat fenomena anomali berbagai aspek kehidupan, kami belajar lebih dalam untuk mengerti posisi SOCIAL CONTROL.

Enam Kunci Inspiratif


Celah kebohongan berusaha terus menggerogoti kepercayaan yang telah lama dipegang. Kadang kekecewaan yang selalu datang terakhir itu, menjadikan manusia geram dan lesu untuk sekedar bertemu dengan hal yang membuatnya kecewa. Kesabaran memang ada batasnya, namun sering manusia mengedepankan emosional daripada akal sehat. Waktu telah mengajarkan manusia bertindak semaunya. Amanah akan menjaga manusia dari waktu yang sia-sia. Maka kapan pun amanah jatuh pada seseorang, sesungguhnya tak ada alasan lagi untuk berkata tidak, apalagi melimpahkan untuk orang lain. Allah telah mengajarkan pada kita kalimat itu dengan jelas pada kitab-Nya yang agung. Muslimah hendaknya memancarkan sinar cemerlang itu. Begitu pula hal senada dibuktikan oleh seorang wanita asli Majalengka.

Senin, 30 Januari 2012

Investo !! Investasikan Energimu Untuk Bumi


Sebuah elegi persembahan manis dari anak negeri untuk Bumi. Kali ini dilaksanakan full 9 Kota besar di Indonesia. Dan kini saatnya Semarang jadi tuan rumah, setelah Bandung dan DIY. Workshop dan Stand serta pertunjukan dan kompetisi diselenggarakan meriah nan riuh.


Dua hari pelaksanaan dengan konsep yang patut diacungi jempol. Ditengah carut marut Carbon trade internasional, kini, Kompas Muda dan Pertamina foundation mempersembahkan event ramah lingkungan. Didalamnya mencakup kompetisi mading 3D, kerajinan berbahan baku barang bekas dan dance tradisional.

Lendo Novo,dari Pertamina Foundation sebagai panelis 1 dalam workshop menyampaikan pesan berharga. Keagungan Indonesia akan kembali lagi jika kita kembali pada alam. Ia menawarkan Kebun raya Mini Untuk Indonesia yang didalamnya termasuk agenda menabung pohon dan sekolah alam. Indonesia MAJU jika kembali berusaha menyeimbangkan diri dengan alam. Karena Hutan yang kita miliki. Karena air laut melimpah kepunyaan kita. karena Khasanah kekayaan alam yang menaikkan derajat kita. Tak perlulah bangunan bertingkat layaknya Gedung Putih. Tak semestinya anggaran besar untuk menutup lubang biopori secara sengaja. Karena Kita bukan Amerika. karena Kita trak punya uang sebanyak mereka. yang kita Punya adalah POHON.......


Feri Kurniawan, dari Teh Kotak sebagai panelis kedua dengan tema Thanks to nature tidak kalah pedulinya tetap menyeimbangkan produksi usaha dengan lingkungan. Dari mana lagi dapat membuat teh senikmat itu, kalau bukan dari ALam-kebon teh-???
Sebagai bentuk ucapan terimakasihnya pada alam, maka kemasannya dibuat dari kertas yang bisa segera luluh oleh tanah. Aksinya pun tak berhenti disana, beliau juga membagikan benih bayam sebagai bentuk gerakan menanam untuk bangsa......

Gesit Arianto, dari Kompas Bidang Humaniora sebagai panelis ketiga berbicara penuh semangat tentang Citizen Journalist. Didalamnya terungkap bahwa bekerja sebagai citizen journalist dilapangan lebih sangat ASYIK banget sekali, daripada nongkrongin meja dikantor KOMPAS.....candanya ditengah materi...^^
Bentuk dari jurnalisme warga ini mencakup komentar di media elektronik, like radio, TV dan media cetak. Bisa juga di blog pribadi dan website komunitas, like kompasiana bahkan kaskus. bentuk lainnya adalah tayangan video/foto, social media, like FB or twitter even Youtube...
Jurnalisme warga mengajak warga lebih melek tentang apa yang terjadi disekitarnya, terutama APAPUN yang tidak bisa tercover oleh seorang REPORTER media....
Sssssooooo,,, we are able to be citizen journalist....
Asal beritanya menarik, ga penting gapapa... dan sumbernya jelas, itulah yang mengajak kita memilkiki jiwa jurnalis sebenarnya, Bukan sekedar GOSIP yang notabene "KATANYA"...

Bisa juga buka web resmi Kompasmuda di http://www.mudaers.com/...selamat mencoba...\^^/



Minggu, 11 Desember 2011

Bagaimana Bisa Diam dengan Perlakuan ini?


Dimanakah keadilan berada? Pertanyaan yang harus terucap di tengah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang Bulan Desember tanggal 12 tahun 2011 ini. Bahkan dalam negeri yang menjanjikan keadilan dalam dasar negaranya. Walaupun letaknya diakhir sila, namun kekuatannya tak kalah dengan yang berlambang beringin atau kepala banteng dalam PANCASILA. "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia". Begitu jelas makna tersiratnya. Mahasiswa berarti rakyat di mata birokrasi kampus.

Ketika impian berdasar peminatan itu dirampas kebebasannya atas nama quota, tak lantas mahasiswa diam. Bersuara tentang hal yang kuat kaitannya dengan masa depan. Baiklah jika quota tetap memperhatikan minat atau keinginan. Tapi ketika suara mahasiswa tidak lagi didengar oleh para penentu kebijakan alasan apa yang bisa kami ucapkan untuk mengatakan "iya"untuk sistem yang kalian adakan.

Upaya kami mungkin hanya sebatas audiensi menyuarakan aspirasi teman-teman yang hatinya terbebani dengan peminatan yang tidak lagi bisa diperjuangkan. Berdeklarasi dan saling adu keluh kesah atas apa yang dilakukan diatasnya. Oleh pemimpinnya sendiri. Mereka para pemegang kekuasaan diatas segalanya.

Ah jadi teringat Buku Kekuasaan Soeharto karangan Baskara Tulus Wardaya, namun ketika mahasiswa mulai bersikap kritis terhadap pemerintahan Orde Baru, tak segan-segan kaki tangan Soeharto bertindak dan menggunakan kekerasan. Analogi yang kini pantas kami sandingkan dengan perlakuan eksekutor sistem pendidikan di FKM UNDIP.

Walau demikian quota yang terbatas memaksa mahasiswa untuk ulet menekuni segala mata kuliah pendukung masuk peminatan. Kelas kecil maksimal 36 orang dirasa akan lebih meningkatkan efektifitas mahasiswa untuk diskusi dan melangsungkan kegiatan belajar mengajar hingga Sarjana Kesehatan Masyarakat didapatkan.
Ombak kuat boleh saja menerpa bebatuan dan karang laut, namun keyakinan ini cukup perkokoh pertahanan dan benteng diri untuk terus berpikir positif, bahwa mungkin inilah jalan yang sudah tertuliskan di Lauhul Mahfuz milik Allah di Arsy sana.
Semoga inilah yang terbaik bagi Allah untuk kita semua.

kenapa laut dan langit berwarna biru?


Warna badan air itu tergantung dari partikel terlarut dan dasaran. Warna biru soalnya sifatnya air itu memantulkan gelombang cahaya biru & nyerap cahaya warna lainnya

warna biru mempunyai panjang gelombang tertinggi baru kemudian warna lainnya (msh ingat kan 7 warna Mejikuhibiniu? ). Jadi warna biru adalah warna terjauh yg sanggup dilihat oleh mata manusia. Semakin jauh suatu benda dari mata manusia akan tampak semakin biru. Ketidak mampuan mata manusia melihat luar angkasa yg jauh menyebabkan kita hanya melihat warna biru yg kita interpretasikan sebagai langit biru.(fisika SMP)

Warna biru langit karena adanya refraksi dari udara yang konon kabarnya udara mengandung gas nitrogen sebanyak 79 % volume. gas nitrogen ini akan merefraksi cahaya matahari dan yang tetangkap dimata kita adalah cahaya biru maka langit berwarna seperti biru, pada hal langit itu tak punya warna sebenarnya. lha warna bitu dari langit menurut mata kita ini, dipantulkan ke laut, ke gunung,ke permukaan bumi semuanya akan berwarna biru, maka gunung berwarna biru, pegunungan ya biru laut biru pada hal air itu kalau kita amati dtidak punya warna alias jernih/ bening.

Kamis, 23 Juni 2011

Mahalnya sehat di masa sakit ini....



Sekedar bercerita ringan di malam jumat pon ini. Liburan minggu tenang sebelum ujian semester 2 FKM UNDIP tak kuhabiskan sia-sia begitu saja untuk kembali ke kampung halaman. Walau tak sepenuhnya dalam sehari bisa belajar full, tapi setidaknya minta doa restu orang tua dan birul walidain sebelum ujian. Apalagi hari ini berkesempatan pula menjenguk kakek ku satu-satunya yang sedang sakit semenjak 2 pekan lalu opname di rumah sakit. Ya Allah, syukur padamu ku ucapkan. Begitu mrinding tadi sama ibu ke rumah kakek,yang mulai laporan "lungkrah awake"(red-lesu badannya). Ga biasanya, padahal simbahku ini terkenal bugar bergas kemana-mana ok. tapi tadii?? lemah tak bersemangat. Hanya tidur di kasurnya, yang sepertinya mulai bersahabat menemani sepanjang hari.

Sungguh kawan, begitu berharganya kesehatan itu. Di rumah kosong seluas itu, hanya sendiri saat kami datang. Yah, kesendirian dalam kesakitan. Saat opname beliau hanya sakit darah rendah, tapi anehnya hingga 2 pekan tak kunjung sembuh itu datang tersenyum menyapa hari-harinya. Tak mau makan, hanya mie instan yang mampu memaksa masuk sebagai pengganjal gastro, padahal tak ada nutrisi apa pun di dalamnya. Simbah memang tak mau dibawa kerumahku yang Insya Allah makan dan yang lainnya terjamin-ada yang melayani. Simbah ingin tetap menjaga rumahnya yang mulai sepi, dimakan usia. Di dalamnya memang ramai, ada sekitar 6 ekor ayam jantan yang selalu berkokok tiap pagi. Masih subur pula tanaman salak di belakang rumah yang kerap kali jadi buah yang harus kupetik tiap kali ke sana. Ada pula ikan lele di kolam kecil belakang rumah yang mulai kasian tak ada yang siaga merawatnya tiap jam.

Kasian lagi aku melihat simbahku yang hampir tiap merubah posisi berbaring selalu merintih, agaknya sendinya mulai kesakitan diajak berkompromi untuk bergerak. Minatku untuk memijat pun datang menggelayut. ya Allah doaku saat itu, Berilah kesembuhan untuk kakekku tercinta ini, mudahkan beliau untuk beribadah mendekatkan diri pada-Mu Robb. Ehmm, tapi senangnya saat sela-sela waktu simbah masih bisa saja melawak, membuat aku tergelitik tertawa. Subhanallah...

Jumat, 17 Juni 2011

ALLAH Maha Melihat


seiring waktu berlalu, tangis tawa di nafasku
hitam putih di hidupku, jalani takdirku
Tiada satu tersembunyi tiada satupun terlupa
segala apa pun yang terjadi ENGKAU lah saksinya
Kau yang Maha Yang Melihat Kau Yang Maha Pemaaf, pada-Mu hati bertobat
Kau yang Maha Pengasih Kau Yang Maha Penyayang, Kau yang Maha Pelindung
Pada-Mu semua bergantung...
yang dicinta kan pergi, yang di damba kan hilang
hidup kan terus berjalan
meski penuh dengan tangisan
Andai bisa ku mengulang, Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa ku kembali, hapus semua perih
Andai mungkin aku bisa, kembali tulus segalanya
tapi hidup takkan bisa, meski dan air mata